Saat mendengar kata kaya, apa yang terlintas dalam benak Anda ???? Makna kaya sendiri sebenarnya relatif. Berbeda standartnya untuk orang yang satu dengan yang lain. Tetapi, satu hal yang bisa dipastikan bahwa hampir semua orang di dunia ini ingin kaya. Termasuk Anda bukan??? Setiap orang mempunyai potensi untuk kaya. Lantas mengapa menurut penelitian Marshall Silver 50% uang yang beredar di dunia ini hanya dikuasai oleh 1% orang?? Apa yang menjadi penyebabnya???
Ada sebuah kisah menarik yang terkait dengan hal ini. Silahkan anda simak dan ambil hikmahnya.......
Alkisah, di negeri antah berantah hiduplah seorang saudagar kaya raya. Ia memiliki istri yang selalu setia menemaninya. Dari istri tersebut, sang saudagar dikaruniai dua orang putra yang tampan dan rupawan. Sayangnya, sifat kedua putra saudagar ini saling bertolak belakang.
Suatu ketika, Negeri Antah Berantah diserang oleh wabah penyakit yang ganas. Sudagar tersebut pun menjadi salah satu korban. Tak seorang tabibpun mampu menyembuhkannya. Sebelum ajal menjemput, sang saudagar memanggil kedua putra kesayangannya. Kepada kedua putranya, ia meninggalkan dua pesan yang harus senantiasa dipegang dan dilaksanakan.
Pesan Pertama : JANGAN PERNAH MENAGIH HUTANG KEPADA ORANG YANG BERHUTANG .
Pesan Kedua : JIKA PERGI KE TOKO JANGAN SAMPAI WAJAH TERKENA SINAR MATAHARI.
Setelah berpesan demikian, ia pun meninggal karena sudah tidak kuat menahan derita akibat penyakitnya. Sepeninggal sang saudagar, kedua orang putra tersebut mengelola toko ayahnya. Putra pertama mendapat toko bagian barat negeri sedangkan putra kedua mendapat toko bagian timur negeri.
Beberapa tahun kemudian, sang ibu yang sudah semakin rentan pun datang mengunjungi kedua orang putranya. Ia ingin tahu apa yang terjadi dengan kedua orang putra kesayangannya. Ternyata, anak sulung kini sukses jauh melebihi kesuksesan sang ayah. Sayangnya, nasib si bungsu tidak semujur nasib sang kakaknya. Ia kini menjadi lebih miskin. Sang ibu pun merasa bingung dan ingin tahu apa yg terjadi. Akhirnya sang ibu itu bertanya kepada si bungsu. Anak Bungsu menjawab :
" Ketahuilah wahai ibu, ini semua karena aku mengikuti pesan ayah. Bukankah,ayah berpesan bahwa aku tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku?? dan inilah akibatnya, ibu, modalku semakin lama semakin susut karena orang-orang yang berhutang tidak membayar kepadaku semantara aku tidak boleh menagih mereka ".
" Dan ingatkah ibu pada pesan kedua ayah? Ayah berpesan agar aku tidak sampai terkena sinar matahari saat berangkat dan pulang dari toko. Akibatnya aku harus naik bacak atau andong. Padahal, sesungguhnya aku bisa berjalan kaki saja. Tetapi karena aku ingat pesan ayah, maka aku tidak berani melakukannya. Akibatnya pengeluaranku pun menjadi bertambah banyak".
Setelah bertanya kepada si bungsu, ibu itu pun pergi mendatangi anak sulungnya yang kini sudah menjadi saudagar kaya. Ia mengajukan pertanyaan yang sama kepada si sulung. Anak sulung pun menjawab :
"Ketahuilah wahai ibu, ini semua karena aku mengikuti pesan ayah. Bukankah ayah berpesan bahwa aku tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku??? Oleh karena itu, aku tidak pernah menghutangkan uangku sehingga modal yang aku miliki tidak susut".
"Dan ingatkah ibu pesan kedua ayah?? Ayah berpesan agar aku tidak sampai terkena sinar matahari saat berangkat dan pulang dari toko. Oleh karena itu, aku berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Karena tokoku buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko lain tutup. Akibat dari kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris karena mempunyai jam kerja lebih lama".
Cerita tersebut memberi gambaran kepada kita bahwa sesuatu dapat ditanggapi dengan persepsi yang berbeda, seperti persepsi antara si sulung dan si bungsu. Jika melihat dengan keyakina positif dan melanjutkan dengan sebuah tindakan yang tepat, maka segala kesulitan akan menjadi sebuah perjalanan yang membawa kesuksesan.Tetapi jika kita menganggap sesuatu dengan keyakinan negatif, maka kita bisa terhanyut dengan kesulitan tersebut. HIDUP ADALAH SEBUAH PILIHAN DAN PILIHAN ITU KINI ADA DI TANGAN ANDA. Pilihlah dengan sadar dan ikuti dengan keyakinan yang benar maka kesuksesan akan datang pada anda..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar