Saat mendengar kata kaya, apa yang terlintas dalam benak Anda ???? Makna kaya sendiri sebenarnya relatif. Berbeda standartnya untuk orang yang satu dengan yang lain. Tetapi, satu hal yang bisa dipastikan bahwa hampir semua orang di dunia ini ingin kaya. Termasuk Anda bukan??? Setiap orang mempunyai potensi untuk kaya. Lantas mengapa menurut penelitian Marshall Silver 50% uang yang beredar di dunia ini hanya dikuasai oleh 1% orang?? Apa yang menjadi penyebabnya???
Ada sebuah kisah menarik yang terkait dengan hal ini. Silahkan anda simak dan ambil hikmahnya.......
Alkisah, di negeri antah berantah hiduplah seorang saudagar kaya raya. Ia memiliki istri yang selalu setia menemaninya. Dari istri tersebut, sang saudagar dikaruniai dua orang putra yang tampan dan rupawan. Sayangnya, sifat kedua putra saudagar ini saling bertolak belakang.
Suatu ketika, Negeri Antah Berantah diserang oleh wabah penyakit yang ganas. Sudagar tersebut pun menjadi salah satu korban. Tak seorang tabibpun mampu menyembuhkannya. Sebelum ajal menjemput, sang saudagar memanggil kedua putra kesayangannya. Kepada kedua putranya, ia meninggalkan dua pesan yang harus senantiasa dipegang dan dilaksanakan.
Pesan Pertama : JANGAN PERNAH MENAGIH HUTANG KEPADA ORANG YANG BERHUTANG .
Pesan Kedua : JIKA PERGI KE TOKO JANGAN SAMPAI WAJAH TERKENA SINAR MATAHARI.
Setelah berpesan demikian, ia pun meninggal karena sudah tidak kuat menahan derita akibat penyakitnya. Sepeninggal sang saudagar, kedua orang putra tersebut mengelola toko ayahnya. Putra pertama mendapat toko bagian barat negeri sedangkan putra kedua mendapat toko bagian timur negeri.
Beberapa tahun kemudian, sang ibu yang sudah semakin rentan pun datang mengunjungi kedua orang putranya. Ia ingin tahu apa yang terjadi dengan kedua orang putra kesayangannya. Ternyata, anak sulung kini sukses jauh melebihi kesuksesan sang ayah. Sayangnya, nasib si bungsu tidak semujur nasib sang kakaknya. Ia kini menjadi lebih miskin. Sang ibu pun merasa bingung dan ingin tahu apa yg terjadi. Akhirnya sang ibu itu bertanya kepada si bungsu. Anak Bungsu menjawab :
" Ketahuilah wahai ibu, ini semua karena aku mengikuti pesan ayah. Bukankah,ayah berpesan bahwa aku tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku?? dan inilah akibatnya, ibu, modalku semakin lama semakin susut karena orang-orang yang berhutang tidak membayar kepadaku semantara aku tidak boleh menagih mereka ".
" Dan ingatkah ibu pada pesan kedua ayah? Ayah berpesan agar aku tidak sampai terkena sinar matahari saat berangkat dan pulang dari toko. Akibatnya aku harus naik bacak atau andong. Padahal, sesungguhnya aku bisa berjalan kaki saja. Tetapi karena aku ingat pesan ayah, maka aku tidak berani melakukannya. Akibatnya pengeluaranku pun menjadi bertambah banyak".
Setelah bertanya kepada si bungsu, ibu itu pun pergi mendatangi anak sulungnya yang kini sudah menjadi saudagar kaya. Ia mengajukan pertanyaan yang sama kepada si sulung. Anak sulung pun menjawab :
"Ketahuilah wahai ibu, ini semua karena aku mengikuti pesan ayah. Bukankah ayah berpesan bahwa aku tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku??? Oleh karena itu, aku tidak pernah menghutangkan uangku sehingga modal yang aku miliki tidak susut".
"Dan ingatkah ibu pesan kedua ayah?? Ayah berpesan agar aku tidak sampai terkena sinar matahari saat berangkat dan pulang dari toko. Oleh karena itu, aku berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Karena tokoku buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko lain tutup. Akibat dari kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris karena mempunyai jam kerja lebih lama".
Cerita tersebut memberi gambaran kepada kita bahwa sesuatu dapat ditanggapi dengan persepsi yang berbeda, seperti persepsi antara si sulung dan si bungsu. Jika melihat dengan keyakina positif dan melanjutkan dengan sebuah tindakan yang tepat, maka segala kesulitan akan menjadi sebuah perjalanan yang membawa kesuksesan.Tetapi jika kita menganggap sesuatu dengan keyakinan negatif, maka kita bisa terhanyut dengan kesulitan tersebut. HIDUP ADALAH SEBUAH PILIHAN DAN PILIHAN ITU KINI ADA DI TANGAN ANDA. Pilihlah dengan sadar dan ikuti dengan keyakinan yang benar maka kesuksesan akan datang pada anda..
Sabtu, 26 Desember 2009
Selasa, 22 Desember 2009
Dimana Letak Bahagia Anda?
Dimana Letak Bahagia Anda?
"Tempat untuk berbahagia itu ada di
sini. Waktu untuk berbahagia itu kini.
Cara untuk berbahagia ialah dengan
membuat orang lain berbahagia"
-- Robert G. Ingersoll
apakah anda saat ini merasa bahagia?
Di mana letak kebahagiaan anda sesungguhnya? Apakah pada moleknya
tubuh? ..Jelitanya rupa? Tumpukan harta?
....atau barangkali punya mobil mewah & tingginya jabatan?
Jika itu semua sudah anda dapatkan, apakah anda bisa memastikan bahwa
anda *akan* bahagia?
Hari ini saya akan mengajak anda untuk melihat, kalau limpahan harta tidak
selalu mengantarkan pada kebahagiaan
Dan ini kisah nyata...
Ada delapan orang miliuner yang memiliki nasib kurang menyenangkan di akhir
hidupnya. Tahun 1923, para miliuner berkumpul di Hotel Edge Water Beach
di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yang
sangat sukses di zamannya.
Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya
satu persatu :
=> Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel,
perusahaan besi baja ternama waktu itu.
Dia mengalami kebangkrutan total, hingga harus berhutang untuk membiayai
5 tahun hidupnya sebelum meninggal.
=> Richard Whitney, President New York
Stock Exchange. Pria ini harus menghabiskan sisa hidupnya dipenjara
Sing Sing.
=> Jesse Livermore (raja saham "The
Great Bear" di Wall Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan hak cipta),
Leon Fraser (Chairman of Bank of International Settlement), ketiganya
memilih mati bunuh diri.
=> Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Hupson
sakit jiwa dan meninggal di rumah sakit jiwa.
=> Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, meninggal di
negeri orang lain.
=> Albert Fall, anggota kabinet presiden Amerika Serikat, meninggal
di rumahnya ketika baru saja keluar dari penjara.
Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpah bukan jaminan
akhir kehidupan yang bahagia!
Kebahagiaan memang menjadi faktor yang begitu didambakan bagi semua orang.
Hampir segala tujuan muaranya ada pada kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa
merasakan *hidup* jika sudah menemukan kebahagiaan.
Pertanyaannya, di mana kita bisa
mencari kebahagiaan?
Apakah di pusat pertokoan? Salon kecantikan yg mahal? Restoran mewah?
Di Hawaii? di Paris? atau di mana?
Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu
dicari kemana-mana... karena ia ada
di hati setiap manusia.
Carilah kebahagiaan dalam hatimu!
Telusuri 'rasa' itu dalam kalbumu!
Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana...
Berikut adalah tips yang bisa anda
lakukan:
1. Mulailah Berbagi!
Ciptakan suasana bahagia dengan cara
berbagi dengan orang lain. Dengan cara
berbagi akan menjadikan hidup kita
terasa lebih berarti.
2. Bebaskan hati dari rasa benci,
bebaskan pikiran dari segala
kekhawatiran.
Menyimpan rasa benci, marah atau dengki
hanya akan membuat hati merasa tidak
nyaman dan tersiksa.
3. Murahlah dalam memaafkan!
Jika ada orang yang menyakiti, jangan
balik memaki-maki. Mendingan berteriak
"Hey! Kamu sudah saya maafkan!!".
Dengan memiliki sikap demikian, hati
kita akan menjadi lebih tenang, dan
amarah kita bisa hilang. Tidak percaya?
Coba saja! Saya sering melakukannya. :-)
4. Lakukan sesuatu yang bermakna.
Hidup di dunia ini hanya sementara.
Lebih baik anda gunakan setiap waktu
dan kesempatan yang ada untuk melakukan
hal-hal yang bermakna, untuk diri
sendiri, keluarga, dan orang lain.
Dengan cara seperti ini maka
kebahagiaan anda akan bertambah dan
terus bertambah.
5. Dan yang terakhir, anda jangan
terlalu banyak berharap pada orang
lain, nanti anda akan kecewa!
Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung jawab masing-masing, bukan tanggung
jawab teman, keluarga, kekasih, atau orang lain.
Lebih baik kita perbanyak harap hanya kepada Yang Maha Kasih dan Kaya.
Karena Dia-lah yang menciptakan kita, dan Dia-lah yang menciptakan segala
'rasa', termasuk rasa bahagia yang selalu anda inginkan. ^_^'
"Tempat untuk berbahagia itu ada di
sini. Waktu untuk berbahagia itu kini.
Cara untuk berbahagia ialah dengan
membuat orang lain berbahagia"
-- Robert G. Ingersoll
apakah anda saat ini merasa bahagia?
Di mana letak kebahagiaan anda sesungguhnya? Apakah pada moleknya
tubuh? ..Jelitanya rupa? Tumpukan harta?
....atau barangkali punya mobil mewah & tingginya jabatan?
Jika itu semua sudah anda dapatkan, apakah anda bisa memastikan bahwa
anda *akan* bahagia?
Hari ini saya akan mengajak anda untuk melihat, kalau limpahan harta tidak
selalu mengantarkan pada kebahagiaan
Dan ini kisah nyata...
Ada delapan orang miliuner yang memiliki nasib kurang menyenangkan di akhir
hidupnya. Tahun 1923, para miliuner berkumpul di Hotel Edge Water Beach
di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yang
sangat sukses di zamannya.
Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya
satu persatu :
=> Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel,
perusahaan besi baja ternama waktu itu.
Dia mengalami kebangkrutan total, hingga harus berhutang untuk membiayai
5 tahun hidupnya sebelum meninggal.
=> Richard Whitney, President New York
Stock Exchange. Pria ini harus menghabiskan sisa hidupnya dipenjara
Sing Sing.
=> Jesse Livermore (raja saham "The
Great Bear" di Wall Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan hak cipta),
Leon Fraser (Chairman of Bank of International Settlement), ketiganya
memilih mati bunuh diri.
=> Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Hupson
sakit jiwa dan meninggal di rumah sakit jiwa.
=> Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, meninggal di
negeri orang lain.
=> Albert Fall, anggota kabinet presiden Amerika Serikat, meninggal
di rumahnya ketika baru saja keluar dari penjara.
Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpah bukan jaminan
akhir kehidupan yang bahagia!
Kebahagiaan memang menjadi faktor yang begitu didambakan bagi semua orang.
Hampir segala tujuan muaranya ada pada kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa
merasakan *hidup* jika sudah menemukan kebahagiaan.
Pertanyaannya, di mana kita bisa
mencari kebahagiaan?
Apakah di pusat pertokoan? Salon kecantikan yg mahal? Restoran mewah?
Di Hawaii? di Paris? atau di mana?
Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu
dicari kemana-mana... karena ia ada
di hati setiap manusia.
Carilah kebahagiaan dalam hatimu!
Telusuri 'rasa' itu dalam kalbumu!
Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana...
Berikut adalah tips yang bisa anda
lakukan:
1. Mulailah Berbagi!
Ciptakan suasana bahagia dengan cara
berbagi dengan orang lain. Dengan cara
berbagi akan menjadikan hidup kita
terasa lebih berarti.
2. Bebaskan hati dari rasa benci,
bebaskan pikiran dari segala
kekhawatiran.
Menyimpan rasa benci, marah atau dengki
hanya akan membuat hati merasa tidak
nyaman dan tersiksa.
3. Murahlah dalam memaafkan!
Jika ada orang yang menyakiti, jangan
balik memaki-maki. Mendingan berteriak
"Hey! Kamu sudah saya maafkan!!".
Dengan memiliki sikap demikian, hati
kita akan menjadi lebih tenang, dan
amarah kita bisa hilang. Tidak percaya?
Coba saja! Saya sering melakukannya. :-)
4. Lakukan sesuatu yang bermakna.
Hidup di dunia ini hanya sementara.
Lebih baik anda gunakan setiap waktu
dan kesempatan yang ada untuk melakukan
hal-hal yang bermakna, untuk diri
sendiri, keluarga, dan orang lain.
Dengan cara seperti ini maka
kebahagiaan anda akan bertambah dan
terus bertambah.
5. Dan yang terakhir, anda jangan
terlalu banyak berharap pada orang
lain, nanti anda akan kecewa!
Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung jawab masing-masing, bukan tanggung
jawab teman, keluarga, kekasih, atau orang lain.
Lebih baik kita perbanyak harap hanya kepada Yang Maha Kasih dan Kaya.
Karena Dia-lah yang menciptakan kita, dan Dia-lah yang menciptakan segala
'rasa', termasuk rasa bahagia yang selalu anda inginkan. ^_^'
Senin, 21 Desember 2009
Sempatkan Untuk Mendengar
Banyak orang bisa 'berkata', namun sedikit yang mau 'mendengar'.
Padahal jika kita mau kembali ke hokum alam, seharusnya kita harus lebih
banyak mendengar daripada bicara.Bukankah Tuhan memberi kita dua
telinga dan hanya satu mulut? :-)
Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir. Indra pendengaran
lebih dulu berfungsi daripada yang lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih
susah daripada berbicara?
Meski secara kasat mata mendengar adalah hal yang gampang, namun nyatanya
banyak orang yang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan.
Mendengarkan merupakan bagian esensi yang menentukan komunikasi efektif.
Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,biasanya akan muncul banyak masalah.
Yang sering terjadi, kita merasa bahwa kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang berbeda dan hanya tergantung pada cara
kita.
Selalu merasa benar, paling kompeten,dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Duh... malaikat kali! :-)
Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara kitalah yang paling
tepat, itu berarti kita tidak pernah mendengarkan.
Ide dan opini kita sangat sukar untuk diubah jika fakta tidak mendukung
keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta
pun kita mungkin hanya akan sekedar meliriknya saja.
Mungkin saat ini kita nyaman dengan cara kita, tapi untuk jangka waktu yg
panjang, orang-orang akan menolak dan membenci kita.
Jika kita mau mulai mendengarkan orang lain, maka suatu saat kita akan
menyadari kesalahan kita. Jawaban untuk mengatasi sifat ini adalah
mengasah skill mendengar aktif.
Mendengar tidak selalu dengan tutup mulut, tapi juga melibatkan partisipasi
aktif kita. Mendengar yang baik bukan berharap datangnya giliran berbicara.
Mendengar adalah komitmen untuk memahami pembicaraan dan perasaan lawan
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk penghargaan bahwa apa yang orang lain
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita. Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari pembicaraan tersebut.
Seni mendengar dapat membangun sebuah relationship. Jika kita melakukannya
dengan baik, orang-orang akan tertarik dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.
Berikut teknik mudah yang dapat dipraktekkan oleh kitadengan sangat
wajar untuk menjadi seorang pendengar yang baik :
1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
Ini menunjukkan kepada lawan bicara
tentang keterbukaan dan kesungguhan
kita
2. Condongkan tubuh ke depan.
Ini menunjukkan ketertarikan kita
pada topik pembicaraan. Cara ini
juga akan mengingatkan kita untuk
memiliki sudat pandang yang lain,
yaitu tidak hanya fokus pada diri
kita.
3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang
butuh klarifikasi atau ada informasi
baru yang perlu kita selidiki dari
lawan bicara kita.
4. Buat selingan pembicaraan yang
menarik. Hal ini bisa membuat
percakapan lebih hidup dan tidak
monoton.
5. Cuplik atau ulang beberapa kata
yang diucapkan oleh lawan bicara kita.
Ini menunjukkan bahwa kita memang
mendengarkan dengan baik hingga hapal
beberapa cuplikan kata.
6. Buatlah komitmen untuk memahami
apa yang ia katakan, meskipun kita tidak
suka atau marah. Dari sini kita akan
mengetahui nilai-nilai yang diterapkan
lawan bicara kita, yang mungkin berbeda
dengan nilai yang kita terapkan.
Dengan berusaha untuk memahami, bias jadi kita akan menemukan sudut pandang,
wawasan, persepsi atau kesadaran baru, yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya.
Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara
yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu,
maka suatu saat kita akan merasakan manfaatnya.
Prosesnya mungkin akan terasa lama dan menjemukan, tapi lama-kelamaan akan
terasa berharganya upaya yang telah kita lakukan. Kita akan merasa lebih
baik atas diri kita, hubungan kita,teman-teman kita, anak-anak kita,
maupun pekerjaan.
Kesimpulan: Jadilah pendengar yang baik, karena sifat ini bisa menjadi
kunci untuk mengembangkan pikiran yang positif, dan merupakan salah satu
tangga kita untuk mencapai kesuksesan! :-)
Padahal jika kita mau kembali ke hokum alam, seharusnya kita harus lebih
banyak mendengar daripada bicara.Bukankah Tuhan memberi kita dua
telinga dan hanya satu mulut? :-)
Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir. Indra pendengaran
lebih dulu berfungsi daripada yang lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih
susah daripada berbicara?
Meski secara kasat mata mendengar adalah hal yang gampang, namun nyatanya
banyak orang yang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan.
Mendengarkan merupakan bagian esensi yang menentukan komunikasi efektif.
Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,biasanya akan muncul banyak masalah.
Yang sering terjadi, kita merasa bahwa kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang berbeda dan hanya tergantung pada cara
kita.
Selalu merasa benar, paling kompeten,dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Duh... malaikat kali! :-)
Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara kitalah yang paling
tepat, itu berarti kita tidak pernah mendengarkan.
Ide dan opini kita sangat sukar untuk diubah jika fakta tidak mendukung
keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta
pun kita mungkin hanya akan sekedar meliriknya saja.
Mungkin saat ini kita nyaman dengan cara kita, tapi untuk jangka waktu yg
panjang, orang-orang akan menolak dan membenci kita.
Jika kita mau mulai mendengarkan orang lain, maka suatu saat kita akan
menyadari kesalahan kita. Jawaban untuk mengatasi sifat ini adalah
mengasah skill mendengar aktif.
Mendengar tidak selalu dengan tutup mulut, tapi juga melibatkan partisipasi
aktif kita. Mendengar yang baik bukan berharap datangnya giliran berbicara.
Mendengar adalah komitmen untuk memahami pembicaraan dan perasaan lawan
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk penghargaan bahwa apa yang orang lain
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita. Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari pembicaraan tersebut.
Seni mendengar dapat membangun sebuah relationship. Jika kita melakukannya
dengan baik, orang-orang akan tertarik dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.
Berikut teknik mudah yang dapat dipraktekkan oleh kitadengan sangat
wajar untuk menjadi seorang pendengar yang baik :
1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
Ini menunjukkan kepada lawan bicara
tentang keterbukaan dan kesungguhan
kita
2. Condongkan tubuh ke depan.
Ini menunjukkan ketertarikan kita
pada topik pembicaraan. Cara ini
juga akan mengingatkan kita untuk
memiliki sudat pandang yang lain,
yaitu tidak hanya fokus pada diri
kita.
3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang
butuh klarifikasi atau ada informasi
baru yang perlu kita selidiki dari
lawan bicara kita.
4. Buat selingan pembicaraan yang
menarik. Hal ini bisa membuat
percakapan lebih hidup dan tidak
monoton.
5. Cuplik atau ulang beberapa kata
yang diucapkan oleh lawan bicara kita.
Ini menunjukkan bahwa kita memang
mendengarkan dengan baik hingga hapal
beberapa cuplikan kata.
6. Buatlah komitmen untuk memahami
apa yang ia katakan, meskipun kita tidak
suka atau marah. Dari sini kita akan
mengetahui nilai-nilai yang diterapkan
lawan bicara kita, yang mungkin berbeda
dengan nilai yang kita terapkan.
Dengan berusaha untuk memahami, bias jadi kita akan menemukan sudut pandang,
wawasan, persepsi atau kesadaran baru, yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya.
Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara
yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu,
maka suatu saat kita akan merasakan manfaatnya.
Prosesnya mungkin akan terasa lama dan menjemukan, tapi lama-kelamaan akan
terasa berharganya upaya yang telah kita lakukan. Kita akan merasa lebih
baik atas diri kita, hubungan kita,teman-teman kita, anak-anak kita,
maupun pekerjaan.
Kesimpulan: Jadilah pendengar yang baik, karena sifat ini bisa menjadi
kunci untuk mengembangkan pikiran yang positif, dan merupakan salah satu
tangga kita untuk mencapai kesuksesan! :-)
Senin, 14 Desember 2009
Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu!
Banyak orang yang suka mengeluh dalam hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan
nasib buruk yang menimpanya.
Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan kehidupannya menjadi lebih baik, bukan?
Ada pepatah bijak mengatakan :
"You can not chance the wind direction,
but you can only chance your wing
direction"
Kita tidak akan pernah bisa merubah arah angin, yang dapat kita lakukan
adalah mengubah arah sayap.
Dengan kata lain...
'Realita' kehidupan tidak akan berubah kecuali kita sendirilah yang mengubah
'sudut pandang' terhadap realita yang ada!
Fakta: "Tidak ada seorang pun yang
memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah
yang menentukan pilihan tersebut!"
Kebanyakan orang akan tertarik sejenak ketika diingatkan akan hal di atas, tapi kemudian berlalu kembali.... Sementara waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak pernah ada perubahan dalam hidupnya!
Sangat disayangkan.
Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut.
Menunggu bantuan orang lain, menunggu bantuan teman untuk mendapatkan pekerjaan yang enak, sampai menunggu warisan ;-)
Sekarang logikanya, jika memang hanya dengan menunggu perubahan itu akan datang, maka jumlah orang sukses seharusnya jauh lebih banyak.
Bukankah kenyatannya tidak demikian?
Lalu, jika ingin sukses, apa yang seharusnya kita lakukan?
Ciptakan perubahan!
Jangan selalu menunggu orang lain.
Berikut beberapa tips yang bisa membantu
kita untuk menciptakan perubahan:
1. Do your best, whatever happens
will be for the best!
Lakukan dan selesaikan semua tugas dan pekerjaan semaksimal mungkin, bukan
Hanya terus menunggu dan berharap.
Lakukan semuanya dengan tujuan untuk selalu mendapatkan hasil *terbaik*
yang bisa kita capai!
2. Mulai buat jaringan seluas-luasnya.
Dengan banyak mengenal orang, maka pengetahuan kita akan semakin
bertambah.
Seseorang yang kelihatannya sederhana bisa jadi menyimpan kedalaman ilmu
yang tidak kita duga!
Oleh sebab itu, alangkah bijaknya jika kita menjadikan 'setiap orang adalah guru'
dan kehidupan ini adalah universitasnya.
3. Berusahalah selalu untuk bersikap proaktif.
Sikap ini sangat diperlukan jika ingin mendapatkan kesempatan yang lebih
luas dan cepat dalam berbagai macam hal!
4. Bersikaplah Fleksibel.
Cobalah untuk memahami suatu hal dari berbagai sudut pandang. Jangan
terpaku pada satu cara, yang bisa jadi tidak lagi relevan kita gunakan.
Dengan bersikap fleksibel, wawasan kita akan semakin bertambah.
Satu hal penting yang harus selalu diingat Kita-lah yang memutuskan untuk berubah.
Kita-lah yang menentukan menjadi sukses, bukan orang lain!
Jika pilihan sukses tidak pernah kita ambil,maka orang lain akan mengambil pilihan tersebut.Dan, kita akhirnya hanya akan menyaksikan kesuksesan mereka, tanpa pernah merasakannya...
Bukankah kita tidak berharap demikian? Jika memang tidak, tentukan perubahan...
MULAI HARI INI. Jangan terus menunggu! ^_^
nasib buruk yang menimpanya.
Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan kehidupannya menjadi lebih baik, bukan?
Ada pepatah bijak mengatakan :
"You can not chance the wind direction,
but you can only chance your wing
direction"
Kita tidak akan pernah bisa merubah arah angin, yang dapat kita lakukan
adalah mengubah arah sayap.
Dengan kata lain...
'Realita' kehidupan tidak akan berubah kecuali kita sendirilah yang mengubah
'sudut pandang' terhadap realita yang ada!
Fakta: "Tidak ada seorang pun yang
memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah
yang menentukan pilihan tersebut!"
Kebanyakan orang akan tertarik sejenak ketika diingatkan akan hal di atas, tapi kemudian berlalu kembali.... Sementara waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak pernah ada perubahan dalam hidupnya!
Sangat disayangkan.
Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut.
Menunggu bantuan orang lain, menunggu bantuan teman untuk mendapatkan pekerjaan yang enak, sampai menunggu warisan ;-)
Sekarang logikanya, jika memang hanya dengan menunggu perubahan itu akan datang, maka jumlah orang sukses seharusnya jauh lebih banyak.
Bukankah kenyatannya tidak demikian?
Lalu, jika ingin sukses, apa yang seharusnya kita lakukan?
Ciptakan perubahan!
Jangan selalu menunggu orang lain.
Berikut beberapa tips yang bisa membantu
kita untuk menciptakan perubahan:
1. Do your best, whatever happens
will be for the best!
Lakukan dan selesaikan semua tugas dan pekerjaan semaksimal mungkin, bukan
Hanya terus menunggu dan berharap.
Lakukan semuanya dengan tujuan untuk selalu mendapatkan hasil *terbaik*
yang bisa kita capai!
2. Mulai buat jaringan seluas-luasnya.
Dengan banyak mengenal orang, maka pengetahuan kita akan semakin
bertambah.
Seseorang yang kelihatannya sederhana bisa jadi menyimpan kedalaman ilmu
yang tidak kita duga!
Oleh sebab itu, alangkah bijaknya jika kita menjadikan 'setiap orang adalah guru'
dan kehidupan ini adalah universitasnya.
3. Berusahalah selalu untuk bersikap proaktif.
Sikap ini sangat diperlukan jika ingin mendapatkan kesempatan yang lebih
luas dan cepat dalam berbagai macam hal!
4. Bersikaplah Fleksibel.
Cobalah untuk memahami suatu hal dari berbagai sudut pandang. Jangan
terpaku pada satu cara, yang bisa jadi tidak lagi relevan kita gunakan.
Dengan bersikap fleksibel, wawasan kita akan semakin bertambah.
Satu hal penting yang harus selalu diingat Kita-lah yang memutuskan untuk berubah.
Kita-lah yang menentukan menjadi sukses, bukan orang lain!
Jika pilihan sukses tidak pernah kita ambil,maka orang lain akan mengambil pilihan tersebut.Dan, kita akhirnya hanya akan menyaksikan kesuksesan mereka, tanpa pernah merasakannya...
Bukankah kita tidak berharap demikian? Jika memang tidak, tentukan perubahan...
MULAI HARI INI. Jangan terus menunggu! ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)